Teguh Tantrimo ( 10 tahun , Pati-Jawa Tengah )

Gamat sembuhkan Haemofili


Ketika tba saatnya di khitan, Teguh Tantrimo bersiap untuk menyambut hari istimewa tersebut, ujar Uswatun ibunda Teguh Tantrimo. Tapi siapa sangkat, 2 minggu setelah di khitan darah terus mengalir dari kelamin Tantrimo. Tubuhnya semakin kurus karena kemungkinan Tantrimo kurang gizi. Hal ini terjadi karena Tantrimo tidak mau makan. Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya, tubuh Tantrimo semakin lemah dan lemas tidak bertenaga. Dan tidak pernah menyangka jika Tantrimo menderita penyakit Haemofili. Haemofili adalah penyakit dimana darah tidak bisa membeku karena kurangnya zat pembeku darah. Pantas saja jika luka Tantrimo tidak sembuh-sembuh dan terus mengeluarkan darah, lanjut Uswatun.


Akhirnya seorang dokter memberikan Jely Gamat kepada Tantrimo dengan takaran 2 x 2 sdm/hari. Setelah 3 hari ada perubahan pada Tantrimo, luka khitan Tantrimo mulai mengering dan darahnya juga sudah berhenti keluar. Atas bantuan sahabat dan teman Tantrimo akhirnya dibawa ke rumah sakit besar yang berada di Semarang. Disini Tantrimo mendapatkan perawatan yang lebih baik tetapi Jeli Gamat tetap kami berikan. Hal itu dilakukan karena diyakini Jely Gamat ini dapat memberikan hal positif pada Tantrimo. Setelah 2 minggu dirawat di rumah sakit dan juga mengkonsumsi Jely Gamat Tantrimo diperbolehkan pulang karena lukanya sudah mengering. Berat badan Tantrimo juga sudah mulai naik, dan juga sudah bisa bersekolah.

A.M Yuniar, 61 tahun, Jakarta ( 61 tahun, Jakarta , Jakarta )

Diabetes Mellitus dan Komplikasi sembuh setelah konsumsi Gamat Spirulina


"Hidup itu anugerah, saya bersyukur atas semua yang dialami, termasuk perjalanan hidup kami ketika istri menderita Diabetes thun 2003, disusul dengan Hipertensi dan Gagal Ginjal di tahun 2008", ujar Bpk. JB Susanto sang suami. Diabetes menggerogoti tubuh Yuniar hingga puncaknya terjadi pada pertengahan Oktober 2008. Gula darah mencapai 600mg/dl dan tekanan darah 220/120, hasil CT Scan menunjukan ibu mengalami stroke dengan pecah pembuluh darah di otak. Efeknya bicara menjadi tidak jelas, ia pun mengalami kemunduran ingatan.


Rawat inap selama 5 bulan di RS di daerah Ps. Rebo, Jakrta Timur seolah menjadi saksi bisu perjuangan hidup Yuniar. Kondisinya menurut dokter sudah kritis, usianya pada waktu itu 55 tahun, tubuhnya terlihat kurus dengan bobot 38 kg. Ia tidak bisa menelan makanan sehingga asupan makanan dimasukan melalui selang. Keputusan dokter pada waktu itu bukan tanpa alasan karena hasil pemeriksaan laboratorium fungsi ginjal telah melesat jauh diatas normal untuk Ureum 307mg/dl dan Kreatini 4.88mg/dl (nilai Normal : Ureum 15-45mg/dl dan Kreatinin 0.6-1.1 mg/dl). Yuniar sangat tegar ketika ia harus menjalani cuci darah 2 kali dalam seminggu, juga ketika ia harus berpantang makanan demi menjaga agar gula darahnya tidak melonjak naik.


Tepat di awal Maret 2009 salah seorang keluarga memberikan suplemen Jeli Gamat dan SPirulina Pacifica. Niat awal kami pada waktu itu adalah segala cara yang aman bolah kami coba termasuk mengkonsumsi suplemen dari Luxor karena ini bukanlah obat dan tidak menambah berat beban ginjal. Jeli Gamat 2x1 sdm/ hari saya sediakan untuk ibu dan Spirulina Pacifica ternyata membuat kondisi tubuhnya semakin baik, berat badannya kini 52 kg. Berselang 3 bulan setelah mengkonsumsi kedua makanan kesehatan ini fungsi ginjal mulai membaik, hasil Lab. untuk Ureum 82mg/dl dan Kreatinin 1.7mg/dl. Melihat kemajuan ini cuci darah yang semula 2 kali dalam seminggu berkurang menjadi 1 kali dalam sebulan. Gula darah sewaktu itu pun mendekati normal berkisar diantara 115-150 mg/dl dan tekanan darah 130/90.


"Kini sudah setahun lebih ibu tidak lagi menjalani cuci darah, ibu mengalami kemajuan kesehatan yang luar biasa", ujar Bpk. JB Susanto mengutip ucapan dokter yang merawat sang istri. Buah ketekunan Bpk. JB Susanto merawat sang istri tercinta serta kebesaran Tuhan membuat Yuniar kembali pulih di tengah keluarga besar tercinta.

Hj Adjinar ( 66 Tahun , Payakumbuh, Sumatra Selatan )

Sebelum melakukan pengobatan penyakit Rematik dengan jelly gamat:Panjang umur dan sehat, itulah impian saya mulai memasuki usia pensiun, ujar Ibu Adjiar saat menghadiri acara Luxor di Bukit Tinggi tahun 2009 silam. Namun nyatanya penyakit yang saya derita beberapa tahun lalu, lalu lebih dari satu jenis. Rasa sakit, nyeri di kaki dan tangan sulit di gerakkan akibat rematik, bahu terasa berat dan pegal, ambeien, gula darah serta kolesterol yang tinggi”, lanjutnya. Hasilnya kegiatan saya jadi terbatas karena sakit yang tidak memungkinkan bagi saya untuk mengikuti semua aktifitas yang ada, lanjutnya. Pengobatan penyakit rematik yang diberikan oleh dokter menjadi tumpuan saya untuk mengatasi semua semua masalah diatas. Keluhan memang berkurang namun saya merasakan belum sepenuhnya pulih, oleh karena itu keluarga terus mencari informasi, tak lain agar saya lebih baik dan sehat.

Setelah melakukan pengobatan penyakit Rematik dengan jelly gamat:September 2006, putri saya menawarkan untuk mencoba pengobatan penyakit Rematik Jelly Gamat dan Spirulina Pacifica sebagai pengobatan penyakit rematik tradisional, menurutnya ini bukanlah obat tapi makanan kesehatan yang dapat membantu tubuh kita lebih sehat. Jelly Gamat 2×1 sdm/hari, Spirulina Pacifica 2×5 tab/hari menjadi rutinitas saya tiap hari. Alhamdulillah keluhan mulai berkurang di bulan ke-1, dan bulan berikutnya sudah merasa jauh lebih baik. Tangan yang semula kaku sudah dapat di gerakan, gula darah dan kolesterol mulai turun bertahap. Satu hal yang sangat saya rasakan, tubuh saya jadi terasa lebih kuat. Kemajuan ini jelas sangat berarti bagi saya, kini sudah lebih dari 2 tahun saya mengkonsumsi makanan kesehatan dari luxor, dan saya merasa baik dan sehat. Terimakasih luxor

Bapak Hartono ( - , - )

Penyakit Kencing manis dan Komplikasinya


Gula darah saya pernah mencapai 496 sekitar 5 tahun yang lalu ujar Bp.Hartoto asal Depok, Jawa Barat.Riwayat gula darah yang tinggi membuat saya waspada dan berusaha menjaga kondisi kesehatan. Namun malang tak dapat ditolak, tahun 2008 secara tidak sengaja mengalami kecelakaan kecil, luka di kaki dan kemudian berkaibat besar.Semula luka hanya dibersihkan dengan alkohol dan ditutup kain kasa.Saya mengira dalam 1-3 hari luka pasti kering dengan sendirinya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ternyata yang terjadi justru sebaliknya luka tak kunjung kering bahkan menghitam dan semakin besar. Luka yang berakhir sepanjang 6 cm, akhirnya berlarut-larut tak kunjung kering.


Obat oral diabetes saya minum teratur guna menjaga agar gula darah tidak terus meningkat.Namun luka masih jauh dari kering dan semakin melebar. Salah seorang kerabat menawarkan mengkonsumsi jelly gamat, Spirulina Pacifica, Extar C Plus dan Vitaluxor. Selain dikonsumsi, saya membuat percobaan sendiri dimana jelly gamat sebanyak 2 sdm dan 3 butir Spirulina Pasifica yang dihancurkan dan diaduk rata saya oleskan diatas luka ini. Hasilnya, dalam waktu 3 hari luka mulai mengering dan satu minggu berselang luka kering sempurna. Untuk mengupayakan agar gula darah stabil saya mengkombinasikan dengan pola makan yang banyak serat. Hasilnya kini saya masih aktif bekerja dengan kesehatan yang terjaga dengan baik.

Bapak Swarwani ( - , - )

Testimoni Kesembuhan Penyakit Kencing Manis


Kegemaran mengasup duku dan rambutan mendatangkan malapetaka tersendiri bagi Syarwani. Penyakit gula atau kencing manis yang dideritanya sejak 20 tahun lalu itu kembali kambuh. Kali ini tak hanya lemas, gangreen di jari kaki kanan terus mengeluarkan darah. Dokter pun memvonis harus diamputasi sebelum menyebar.


Kisah sedih itu bermula saat pria yang bekerja di kejaksaan tinggi jakarta selatan itu mendapat kiriman buah duku dan rambutan dari daerah asalnya Palembang, Sumatera Selatan masing-masing satu karung . Ia tidak mengetahui adanya gen penyakit gula dalam tubuh yang diturunkan ayahnya. Buah-buahan itu pun dilahap habis. Alangkah terkejutnya Syawani pada keesokkan harinya. “Tubuh saya lemas tak bertenaga dan kerap ngantuk, “Tuturnya. Saat diperiksa, kadar gula darahnya mencapai 300mg/dl . Jauh lebih tinggi dari angka normal , 100-140 mg/dl. jari kaki kanannya pun tiba-tiba mengeluarkan darah terus-menerus. Luka itu kian melebar, hingga 20 tahun kemudian terlihat menganga dan mengeluarkan bau tak sedap.


Walau mencoba berbagai obat-obatan, dewi kesembuhan tak kunjung menghampiri. Syarwani pun akhirnya menerima anjuran kerabat yang menyarankan konsumsi teripang dalam bentuk jeli untuk mempercepat kesembuhan. Gamat – sebutan teripang di Malaysia- diasup dengan dosis 3 x 2 sendok makan sehari. Dua bulan kemudian gula darah mulai turun mendekati normal, 160 mg/dl. Luka dikaki yang selalu basah pun mengering sehingga tak perlu diamputasi.

Search


Warning: require(/home/gamatmas/public_html/template/gamatmaster/box-random.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/gamatmas/public_html/template/gamatmaster/sidebar.php on line 10

Warning: require(/home/gamatmas/public_html/template/gamatmaster/box-random.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/gamatmas/public_html/template/gamatmaster/sidebar.php on line 10

Fatal error: require(): Failed opening required '/home/gamatmas/public_html/template/gamatmaster/box-random.php' (include_path='.:/opt/alt/php54/usr/share/pear:/opt/alt/php54/usr/share/php') in /home/gamatmas/public_html/template/gamatmaster/sidebar.php on line 10